Explore
NEW
Image 1
From IDR 10K

Share with the people you'd go with!
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Yogyakarta

Kalau kamu lagi jalan santai di kawasan Malioboro sampai Titik Nol Kilometer, jangan cuma fokus ke deretan toko dan kuliner saja. Di sisi jalan, tepat berhadapan dengan Gedung Agung, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan banyak cerita penting tentang perjalanan bangsa Indonesia, yaitu Museum Benteng Vredeburg. Bangunan ini bukan sekadar benteng tua, tapi saksi bisu berbagai peristiwa besar yang pernah terjadi di Yogyakarta.


Sejarah Awal Museum Benteng Vredeburg

Berdirinya Benteng Vredeburg erat kaitannya dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Setelah Kraton Yogyakarta resmi dibangun dan mulai berkembang pesat pada tahun 1755, pihak kolonial Belanda merasa khawatir dengan kekuatan politik dan militer Sultan. Dengan alasan menjaga keamanan kraton dan sekitarnya, Belanda mengajukan izin untuk membangun sebuah benteng di dekat pusat pemerintahan kerajaan.

Namun, di balik alasan tersebut, tujuan utama Belanda sebenarnya adalah untuk memantau dan mengontrol aktivitas kraton. Letak benteng yang hanya berjarak satu tembakan meriam dari kraton serta posisinya yang menghadap langsung ke jalan utama menuju kraton menunjukkan fungsi strategisnya sebagai alat intimidasi dan pertahanan jika sewaktu-waktu terjadi konflik.

Pembangunan benteng dimulai pada tahun 1760 dalam bentuk bangunan sederhana. Pada 1767, Belanda meminta agar benteng diperkuat. Dengan izin Sri Sultan Hamengku Buwono I, pembangunan dilanjutkan hingga akhirnya selesai pada tahun 1787 dan diresmikan dengan nama Rustenburgh, yang berarti “tempat istirahat”. Setelah gempa besar melanda Yogyakarta pada tahun 1867 dan dilakukan pemugaran, nama benteng diubah menjadi Vredeburg, yang berarti “perdamaian”.


Benteng Vredeburg di Masa Kolonial hingga Kemerdekaan

Dalam perjalanannya, Benteng Vredeburg mencatat banyak peristiwa penting. Saat Inggris menguasai Yogyakarta pada periode 1811–1816, benteng ini berada di bawah kendali pemerintahan Inggris yang dipimpin Thomas Stamford Raffles. Salah satu peristiwa besar yang terjadi adalah Geger Sepoy pada tahun 1812, ketika pasukan Inggris dan pribumi menyerang Kraton Yogyakarta.

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Benteng Vredeburg diambil alih dan digunakan sebagai markas militer, gudang senjata, serta tempat penahanan bagi orang Belanda dan pejuang Indonesia. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, benteng ini dikuasai oleh tentara Republik Indonesia.

Namun, saat Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948, Benteng Vredeburg kembali direbut Belanda dan dijadikan markas dinas intelijen serta pasukan militer. Benteng ini juga menjadi salah satu target penting dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, sebuah momen bersejarah yang menegaskan eksistensi Indonesia di mata dunia internasional.


Museum Benteng Vredeburg Saat Ini

Seiring berjalannya waktu, fungsi Benteng Vredeburg berubah. Pada tahun 1992, bangunan ini resmi ditetapkan sebagai Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, sebuah museum khusus perjuangan nasional. Museum ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 46 ribu meter persegi dan dirancang sebagai sarana edukasi sejarah yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Di dalam museum, kamu bisa menemukan berbagai diorama yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa penjajahan, perlawanan rakyat, hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Diorama-diorama ini disusun secara kronologis, jadi kamu bisa mengikuti alur cerita sejarah dengan lebih jelas dan menyenangkan.


Daya Tarik Museum Benteng Vredeburg

Salah satu hal yang bikin museum benteng vredeburg menarik adalah lokasinya yang sangat strategis. Kamu bisa mampir ke sini setelah atau sebelum keliling Malioboro tanpa perlu keluar jalur. Area museum juga luas, rindang, dan nyaman untuk berjalan santai sambil belajar sejarah.

Selain diorama, bangunan benteng yang masih terjaga keasliannya juga jadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung datang untuk sekadar berfoto, menikmati suasana heritage, atau mengenalkan sejarah Indonesia kepada anak-anak dengan cara yang lebih visual dan interaktif.


Harga Tiket Masuk Museum Benteng Vredeburg

Untuk masuk ke Museum Benteng Vredeburg, harga tiketnya cukup terjangkau:

Hari kerja (WNI & KITAS): Rp15.000

Akhir pekan 08.00–15.30 (WNI & KITAS): Rp20.000

Akhir pekan 16.01–22.00 (WNI & KITAS): Rp25.000

Wisatawan mancanegara (hari kerja): Rp30.000

Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa menikmati pengalaman wisata sejarah yang lengkap dan berkesan.

Berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg bukan cuma soal melihat bangunan tua, tapi juga memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kalau kamu sedang liburan ke Yogyakarta dan ingin wisata yang santai, edukatif, sekaligus bersejarah, museum ini wajib masuk daftar kunjungan kamu.

More Details About This Place

What do they say

3.9
Good
12 ratings, 6 reviews
🎯 Venue conforms with visitor's expectations (5)
✨ Place is clean (5)
🔒 Safety (4)
😊 Staff's friendliness/knowledge (3)
💵 Price is worth it (3)
👉🏼 Location is good/comfortable (5)
5
Very Satisfying
Senang sekali bisa berkunjung ke sini.. Museum tak lagi membosankan karena penyajiaannya menarik dan modern juga. Cocok untuk fun edukasi bagi semua kalangan
1
Below Expectation
Text of every sign very small. Not friendly
3
So-so
I recommend The management museum benteng Vradeburg to install gen set, as a back up when the electricity is off from PLN. Don't make visitor up set because no electricity. Thank you for your attention to this.
2
Need Improvement
Setidaknya kalau memang libur , pembelian tiket pada hari itu tidak diaktifkan min. Saya beli tiket untuk hari senin. Sampai papan operatioanal hours ternyata "LIBUR" .
1
Below Expectation
Saya tidak setuju dg tiket hanya non tunai. Karena uang tunai adalah alat pembayaran sah dan diatur dg UU No.7 Tahun 2011 ttg Mata Uang. Pembayaran non tunai hanya alternatif cara pembayaran bukan meniadakan pembayaran tunai. Tolong pengelola lebih memahami peraturan sebelum diterapkan. Karena tempat tersebut adalah aset pemerintah RI yg mengeluarkan uang Rupiah fisik sbg alat pembayaran sah. Kunjungan saya dg keluarga kemarin adalah yg kedua.
5
Very Satisfying
edukatif, bagus jd paham sejarah

About Creator

icon
1,3K Followers
icon
1 Experience
icon
3.9 (12)
icon
Joined May 2024
Event info is provided by the creator, including photos, descriptions, locations, and schedules. Let us know if you spot anything incorrect, we'll help where we can

Frequently Asked Questions


Something not right?